- Selektor: CSS menggunakan selektor untuk menentukan elemen-elemen HTML mana yang akan diberi gaya. Selektor dapat berupa nama elemen, kelas, ID, atribut, atau kombinasi dari semuanya. Misalnya, Anda dapat menggunakan selektor `p` untuk memilih semua elemen paragraf atau `.kelas` untuk memilih elemen dengan kelas tertentu.
- Properti: Properti CSS menentukan gaya dan tampilan elemen yang dipilih. Setiap properti memiliki nilai yang terkait. Misalnya, properti `color` mengatur warna teks, properti `font-size` mengatur ukuran huruf, dan properti `background-color` mengatur warna latar belakang elemen.
- Nilai: Setiap properti CSS memiliki nilai tertentu yang menentukan bagaimana properti tersebut akan diterapkan pada elemen. Misalnya, nilai `red` dapat digunakan untuk mengatur warna teks menjadi merah, dan nilai `12px` dapat digunakan untuk mengatur ukuran huruf menjadi 12 piksel.
- Kaskade dan Warisan: CSS menggunakan prinsip kaskade, yang berarti bahwa gaya dapat ditimpa oleh aturan yang lebih spesifik. Misalnya, jika Anda memiliki dua aturan CSS yang berbeda untuk elemen yang sama, aturan yang ditentukan secara lebih spesifik akan berlaku. Selain itu, CSS juga memiliki konsep warisan, di mana properti yang diterapkan pada elemen akan diwariskan oleh elemen anaknya, kecuali jika diubah secara eksplisit.
- Gugus dan Kelompok: Anda dapat mengelompokkan beberapa selektor atau aturan CSS menjadi satu blok menggunakan tanda kurung kurawal `{}`. Ini memungkinkan Anda untuk menerapkan gaya yang sama pada beberapa elemen sekaligus.
- Tata Letak: CSS juga digunakan untuk mengatur tata letak elemen dalam halaman web. Anda dapat menggunakan properti seperti `margin`, `padding`, `display`, `position`, dan lainnya untuk mengatur ruang antara elemen, jenis tampilan elemen (blok, inline, atau inline-block), dan posisi elemen dalam halaman.
- Media Queries: Media queries adalah fitur CSS yang memungkinkan Anda mengatur tampilan elemen berdasarkan ukuran dan karakteristik perangkat atau media di mana halaman web ditampilkan. Misalnya, Anda dapat mengubah gaya elemen saat tampilan halaman web berubah menjadi mode responsif pada perangkat seluler.
- CSS Preprocessor: Ada juga alat yang disebut CSS preprocessors, seperti Sass dan Less, yang memperluas kemampuan CSS dengan menambahkan fitur seperti variabel, mixin, dan fungsi. Preprocessor memungkinkan Anda untuk menulis kode CSS yang lebih efisien dan mudah dikelola.
- Framework CSS: Ada juga banyak framework CSS populer seperti Bootstrap, Foundation, dan Bulma yang menyediakan kumpulan gaya, komponen, dan tata letak yang siap pakai. Framework ini dapat mempercepat pengembangan web dengan menyediakan struktur yang konsisten dan komponen yang telah dioptimalkan.
- Browser Compatibility: Penting untuk memahami bahwa berbagai browser dapat menginterpretasikan CSS dengan sedikit perbedaan. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pengujian lintas browser dan menggunakan teknik yang sesuai untuk memastikan tampilan yang konsisten di berbagai peramban web. Ini adalah gambaran umum tentang CSS. Jika Anda ingin mempelajari lebih lanjut tentang CSS, ada banyak tutorial dan dokumentasi yang tersedia secara online, serta buku-buku yang mengajarkan tentang desain tampilan web menggunakan CSS.
Apa itu CSS?
Juli 11, 2023
0
CSS, singkatan dari Cascading Style Sheets, adalah bahasa yang digunakan untuk mengatur tampilan dan tata letak elemen-elemen dalam dokumen HTML. Dengan CSS, Anda dapat mengubah warna, ukuran, jenis huruf, dan banyak aspek lainnya dari elemen HTML.
Berikut adalah beberapa poin penting tentang CSS:
